Selasa, Juli 14, 2009

Warna Rumah

Secara teori, warna terang akan memantulkan panas dan warna gelap akan menyerap panas.



Warna terang, seperti putih, krem, warna yang terang dan muda memiliki kemampuan untuk memantulkan sinar matahari lebih baik daripada warna gelap, sehinga radiasi matahari dan panas yang diserap bangunan menjadi lebih sedikit.
Sebagai perbandingan, warna putih memiliki tingkat penyerapan sebesar 20-30%, warna cerah 40-50%, warna gelap 70-80%, sedangkan warna hitam 90-100%.

Selengkapnya...

Senin, Juli 13, 2009

Hati-hati pada material berbahaya

Tahukah Anda, anak kecil lebih peka 30 kali terhadap pencemaran bahan-bahan material berbahaya dalam rumah?

Siapa sih yang tidak ingin rumah menjadi tempat yang mendukung kesehatan kita? Seluruh anggota keluarga tinggal dalam rumah, sehingga kesehatan rumah harus sangat dijaga. Dalam memilih bahan bangunan, ada baiknya kita memperhatikan kesehatan material bangunan, terlebih karena pilihan material menjadi sangat beragam akhir-akhir ini dan kita bisa memilih bahan yang tidak membahayakan kesehatan.



Secara tidak sadar, bahan bangunan, apalagi yang baru sering mengandung bahan berbahaya yang dapat menimbulkan penyakit, terutama bahan bangunan hasil industri, seperti kayu olahan, particle board, cat tembok, pipa plastik, dan sebagainya. Bahan bangunan ini dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti kanker, gangguan pernafasan, penyakit kulit dan sebagainya. Tentunya korban paling dirugikan adalah penghuni rumah karena setiap hari harus berkontak dengan bahan-bahan berbahaya ini, terutama anak kecil. Berikut ini tabel bahan bangunan berbahaya;
Bahan bangunan/ material Bahaya/ penyakit yang ditimbulkan
Kayu
sumber bahaya: penggunaan politur, melamin (urea formal-dehyde) Alergi kulit, mata, gangguan selaput lendir
Pipa PVC, lem PVC, cat PVC, Lantai Vilil, karpet plastik (yang dibuat dari PVC), lem kontak Kanker, pembakaran menguapkan asam klorida (mematikan tanaman), penyakit hati, ginjal
Cat sintetis (cat besi/kayu), thinner, cat epoksi yang mengandung etylalkohol, epoksi mesin Penyakit syaraf, darah, pernafasan, mata buta, gangguan keseimbangan, selaput lendir, eksim pada kulit
Asbes (plafon dan atap) Asbestose (penyakit paru), kanker
Gas radon (merupakan penguapan dari tanah) Mutagen dan karsinogenik (penyebab kanker)

Dengan banyaknya bahan material berbahaya yang mungkin ada disekitar kita tanpa disadari, bahaya yang muncul selalu mengintai. Inilah sebabnya penghuni rumah baru seringkali mendapatkan penyakit-penyakit kepala, mual, stress, dan lain-lain yang disebabkan oleh pencemaran dalam rumah.

Pemilihan bahan bangunan dan material untuk isi rumah

Pemilihan bahan bangunan dapat berpengaruh pada kesehatan Anda, karena dari bahan bangunan, dapat timbul pencemaran udara dan gangguan kesehatan akibat terlepasnya gas beracun, bahan-bahan karsinogenik (penyebab kangker), dan sebagainya. Contoh bahan material yang dapat mengganggu kesehatan:

Finishing cat, finishing kayu olahan, finishing besi, dapat mengandung formaldehyde, bahan beracun yang dapat mengeluarkan gas beracun yang dapat menimbulkan keracunan, alergi, memicu asma, penyakit tenggorokan dan pernafasan, serta menimbulkan kanker (karsinogenik). Karena bahan ini banyak digunakan didalam material untuk rumah tinggal seperti cat, lem kayu, dan sebagainya, sangat mungkin ini menjadi sumber utama polusi udara didalam rumah. Saran untuk hal ini, bila rumah baru saja dicat, atau ada furniture yang baru difinishing (dicat/dipolitur), sebaiknya tidak dihuni dahulu sementara waktu hingga bau menyengat dari formaldehyde tidak tercium lagi. Normalnya, emisi gas ini tetap tinggi selama 6 - 12 bulan. Sebaiknya ventilasi dalam ruangan dipikirkan dan digunakan dengan baik agar gas dapat lebih dinetralisir oleh udara segar.

Pada saat ini banyak dikembangkan bahan-bahan finishing berbahan dasar air, yang lebih ramah lingkungan karena kandungan bahan kimia organik yang mudah menguap lebih rendah. Berbagai bahan material rumah tinggal yang baik digunakan sebenarnya tersedia cukup banyak. Bahan material ini biasanya langsung berasal dari alam dan tidak melalui industri yang melibatkan bahan kimia berbahaya. Contoh material bangunan yang sehat antara lain:
Bahan bangunan yang sehat (tidak tercampur bahan kimia berbahaya)

Bahan material dari alam Batu alam, tanah liat, batako, kayu, bambu, rumbia, ijuk, alang-alang, logam
Bahan material buatan bata merah, genteng tanah, kaca, beton, batako, conblok, kertas

Jika melihat dari daftar diatas, tidak mengherankan bila orang-orang jaman dahulu lebih sehat daripada saat ini, karena mereka memakai bahan material bangunan yang langsung dari alam. Hmm, setidaknya, kita punya pilihan saat memilih material bangunan.

(Probo Hindarto, Rosi Rahadi)
Selengkapnya...

RUMAH SEHAT

Menjaga lingkungan dapat kita mulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah, dapat menjadi sarana partisipasi dalam melindungi bumi dari kerusakan yang lebih parah lagi.
Detail-detail bangunan perlu dipikirkan dengan seksama agar seminimal mungkin menimbulkan dampak negatif kepada lingkungan, tanpa mengorbankan kenyamanan penghuninya.

Ide yang mudah dan tanpa biaya tinggi:
1. Memanfaatkan potensi alam seperti sinar matahari dan curah huan yang tinggi
2. Lahan dimaksimalkan untuk penghijauan
3. Pengolahan limbah
4. Pemanfaatan bahan bangunan bekas
Kepedulian lingkungan akan menjadi gaya hidup baru yang semakin meluas dan terus meluas
Ramah Lingkungan:
1. Penghawaan alami (Pemanfaatan angin dan bukaan dinding)
2. Pencahayaan alami (Pemnfaatan sinar matahari)
3. Penyediaan air bersih (Pemanfaatan curah hujan)
4. Perlindungan dari iklim
5. Desain rumah
Kelembapan tanah
Mengelola limbah rumah tangga
Rumah hemat energy
Bahan bangunan ramah lingkungan
1. Yang dapat didaur ulang
2. Yang berkualitas dan tahan lama
3. Yang mudah diperbarui
4. Yang sehat
5. Yang efisien sumber daya
6. Yang local (berasal dari daerah setempat)
Selengkapnya...

Kamis, Juni 25, 2009

Permukaan kasar atau halus

Permukaan yang kasar bersifat menyerap panas sedangkan permukaan halus bersifat memantulkan.
Jadi usahakan permukaan atap dan dinding anda bertekstur halus agar udara di dalam rumah menjadi lebih sejuk. Selengkapnya...

Warna Rumah

Secara teori, warna terang akan memantulkan panas dan warna gelap akan menyerap panas.
Warna terang, seperti putuh, krem, warna yang terang dan muda memiliki kemampuan untuk memantulkan sinar matahari lebih baik daripada warna gelap, sehinga radiasi matahari dan panas yang diserap bangunan menjadi lebih sedikit.
Sebagai perbandingan, warna putih memiliki tingkat penyerapan sebesar 20-30%, warna cerah 40-50%, warna gelap 70-80%, sedangkan warna hitam 90-100%. Selengkapnya...

Halaman dengan Tanaman

Tanaman dapat menyerap panas dan warna hijaunya dapat menyejukkan mata. Minimal, kita memiliki tanaman hijau di dalam pot Selengkapnya...